Info Polri

Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru yang Juga Guru Besar

5555
×

Profil Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya Baru yang Juga Guru Besar

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA- Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya. Penunjukan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri.

Dadang Hartanto menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, Dadang menjabat sebagai Kapolda Maluku. Ia merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse maupun sejumlah jabatan strategis di kewilayahan dan Mabes Polri.

Pernah Jadi Kapolsek hingga Kapolres

Karier Dadang Hartanto di kepolisian dimulai dengan sejumlah penugasan di kewilayahan.

Pada 2005, ia dipercaya menjabat Kapolsek Senen. Empat tahun kemudian, Dadang mendapat amanah sebagai Kapolres Subang pada 2009, kemudian menjabat Kapolres Cianjur pada 2011.

Pada 2012, ia ditugaskan sebagai Wakapolrestabes Bandung. Pada tahun yang sama, Dadang juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri.

Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Mabes Polri. Dadang pernah menjabat Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri sebelum kemudian dipercaya sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada 2016.

Pernah Memimpin Polrestabes Medan dan Wakapolda Sumut

Pada 2017, Dadang ditunjuk sebagai Kapolrestabes Medan. Setelah itu, pada 2019 ia dipercaya mengemban jabatan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin) Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, Dadang kembali mendapat penugasan di Sumatera Utara sebagai Wakapolda Sumut pada 2020.

Kariernya kemudian berlanjut di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri. Pada 2023, ia menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pada 20 September 2024, Dadang dipercaya menjadi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.

Jabatan tersebut diembannya hingga Agustus 2025. Setelah itu, Dadang ditunjuk sebagai Kapolda Maluku menggantikan Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan yang memasuki masa pensiun.

Sekitar setahun memimpin Polda Maluku, Dadang kembali mendapat penugasan baru. Kali ini, ia dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, salah satu kepolisian daerah dengan cakupan tugas dan karakteristik keamanan yang kompleks.

Perwira Polri yang Menyandang Gelar Profesor

Selain memiliki perjalanan panjang di kepolisian, Dadang Hartanto juga memiliki latar belakang akademik.

Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Dalam data akademik UMSU, Dadang menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Indonesia.

Bidang keilmuannya adalah Ilmu Administrasi Publik.

Pada 27 Mei 2023, Dadang dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU melalui sidang senat terbuka.

Dengan demikian, selain berkarier sebagai perwira tinggi Polri, Dadang juga memiliki aktivitas akademik sebagai dosen dan guru besar.

Pernah Menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara

Nama Dadang Hartanto juga sempat menjadi perhatian publik ketika ia dipercaya menjadi Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025.

Upacara tersebut dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Seusai rangkaian upacara, Dadang sempat diminta menghadap Presiden Prabowo.

Tidak lama setelah momentum tersebut, Dadang mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Maluku setelah sebelumnya menjabat Ketua STIK Lemdiklat Polri.

Kini, ia kembali mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Metro Jaya.

Penunjukan Dadang menjadi bagian dari rotasi besar-besaran di lingkungan Polri yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan dan menjadi bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *