Life Style

Bukan Cuma Usia, Ini Penyebab Jok Kulit Mobil Cepat Pudar dan Retak

7171
×

Bukan Cuma Usia, Ini Penyebab Jok Kulit Mobil Cepat Pudar dan Retak

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | OTOMOTIF- Kulit jok menjadi salah satu bagian interior mobil yang paling cepat menunjukkan tanda-tanda pemakaian. Setelah bertahun-tahun digunakan, warna jok bisa memudar, permukaannya retak, hingga teksturnya terasa semakin keras.
Kerusakan tersebut tidak selalu disebabkan oleh usia kendaraan. Kebiasaan penumpang saat masuk dan keluar mobil, paparan sinar matahari, hingga kondisi tempat kendaraan disimpan turut memengaruhi ketahanan kulit jok.
Imam, pemilik bengkel spesialis interior Imam Garage/Lotus Car, mengatakan gesekan merupakan salah satu penyebab paling umum warna kulit jok cepat pudar.
Gesekan terjadi berulang kali ketika pengemudi atau penumpang masuk dan keluar dari mobil. Kebiasaan turun dari kendaraan sambil menyeret badan juga dapat mempercepat keausan permukaan jok.
“Kalau pudar, penyebabnya gesekan, apalagi kalau turunnya sambil menyeret badan. Jok depan kanan (pengemudi) biasanya yang paling cepat kelihatan, retaknya juga muncul duluan di pinggiran atas jok,” ujar Imam kepada kumparan saat ditemui di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Paparan Matahari Bikin Jok Cepat Retak
Selain gesekan, paparan sinar matahari juga menjadi salah satu musuh utama kulit jok mobil.
Sinar matahari yang masuk melalui kaca mobil secara terus-menerus dapat membuat permukaan jok kehilangan kelenturannya. Kondisi tersebut membuat material kulit menjadi lebih kering dan keras sehingga dalam jangka panjang lebih mudah mengalami retak.
Karena itu, mobil yang sering diparkir di ruang terbuka dengan paparan matahari langsung memiliki risiko lebih besar mengalami perubahan warna dan kerusakan pada permukaan jok.
Namun, bukan berarti menyimpan mobil di dalam garasi selalu membuat interior lebih awet.
Menurut Imam, mobil yang terlalu lama berada di dalam garasi dan jarang digunakan justru dapat menghadapi masalah lain, terutama kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.
“Kulit jok mobil paling ngaruh kalau diparkir di luar ruangan. Mobil yang disimpan di garasi terus dan jarang dikeluarkan juga malah rawan berjamur. Kalau mobilnya dipakai, ada pergerakan udara, kulitnya lebih aman,” tuturnya.
Mobil Lawas Lebih Rentan
Usia kendaraan juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Seiring bertambahnya usia mobil, material jok secara alami mengalami penurunan kualitas.
Imam mengatakan mobil Jepang lawas termasuk kendaraan yang cukup sering mengalami masalah kulit jok pudar dan retak. Kondisi tersebut biasanya semakin terlihat pada bagian jok yang paling sering menerima tekanan dan gesekan.
Meski demikian, jok yang mulai kusam atau pudar tidak selalu harus langsung diganti. Selama kerusakannya belum terlalu parah, permukaan jok masih dapat diperbaiki melalui pengecatan ulang.
Metode tersebut dapat mengembalikan tampilan warna jok sekaligus membuat interior mobil terlihat lebih segar.
Cara Sederhana Merawat Jok Kulit
Untuk perawatan sehari-hari, pemilik mobil sebenarnya tidak membutuhkan metode yang rumit.
Imam menyarankan pemilik kendaraan rutin membersihkan permukaan jok menggunakan lap basah. Pembersihan secara berkala dapat membantu menghilangkan debu dan kotoran yang menempel.
“Perawatan kulit jok mobil nggak ada cara khusus, cukup dibersihkan saja pakai lap basah itu aman kok. Kalau sudah kusam atau retak masih bisa dicat ulang asal tidak sobek lebih dari 3 sentimeter,” pungkasnya.
Dengan perawatan sederhana dan kebiasaan penggunaan yang tepat, usia pakai kulit jok dapat lebih panjang. Menghindari gesekan berlebihan, memperhatikan paparan matahari, serta menjaga sirkulasi udara di dalam kabin menjadi langkah sederhana agar interior mobil tetap terlihat bersih dan terawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *