LINTASNUSANTARANEWS.ID | PARENTING– Anak yang jarang sakit sering dianggap memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Sebaliknya, anak yang beberapa kali mengalami batuk, pilek atau demam kerap dinilai memiliki sistem imun yang lemah.
Padahal, anggapan tersebut tidak selalu tepat.
Sistem kekebalan tubuh anak masih terus berkembang dan mengalami proses pematangan seiring pertambahan usia. Dalam proses tersebut, tubuh anak akan berhadapan dengan berbagai mikroorganisme dari lingkungan dan belajar mengenali serta meresponsnya.
Studi Immune System: Development and Acquisition of Immunological Competence dari Universitas Federal SĂŁo Paulo pada 2020 menyebutkan bahwa sistem kekebalan tubuh anak masih mengalami proses perkembangan hingga sekitar usia 8 tahun.
Paparan terhadap berbagai patogen yang belum dikenali tubuh dapat memicu respons imun yang kemudian muncul dalam bentuk gejala seperti demam, pilek atau batuk. Seiring bertambahnya usia dan paparan berulang, sistem imun dapat membangun memori terhadap patogen tertentu sehingga tubuh mampu memberikan respons yang lebih cepat ketika kembali menghadapinya.
Dokter Spesialis Anak dan Ahli Neurologi, dr. Ivan Riyanto Widjaja, Sp.A(K), mengatakan perkembangan sistem imun anak membutuhkan dukungan dari berbagai faktor, terutama nutrisi dan imunisasi.
“Imunitas itu terus berkembang dan aktif. Ketika bertemu hal-hal yang buruk untuk tubuh, semakin lama sistem imun tubuh akan mengenalinya. Namun agar imunitas berkembang dengan baik, dia perlu berbagai macam bantuan, mulai dari nutrisi hingga imunisasi,” ujarnya.
Mikrobioma Turut Berperan dalam Sistem Imun
Selain nutrisi dan imunisasi, kesehatan saluran pencernaan juga menjadi salah satu bagian yang tidak dapat diabaikan dalam mendukung perkembangan sistem imun anak.
Di dalam tubuh manusia terdapat mikrobioma, yakni kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam maupun di permukaan tubuh. Salah satu tempat dengan populasi mikroorganisme terbesar adalah saluran pencernaan.
Menurut dr. Ivan, mikrobioma sudah berinteraksi dengan sistem imun sejak awal kehidupan dan turut mendukung proses pematangan serta pengaturan respons pertahanan tubuh.
“Mikrobioma itu kumpulan kuman-kuman yang ada di alam. Kuman itu kan ada dua, yaitu yang berbahaya dan berteman dengan kita. Jadi di permukaan kulit hingga di dalam usus kita terdapat kuman baik yang bisa membantu tubuh melawan kuman-kuman jahat yang masuk ke tubuh,” jelasnya.
Mikrobioma juga memiliki peran yang lebih luas. Mikroorganisme tertentu di dalam tubuh dapat menghasilkan berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh dan mendukung sejumlah proses fisiologis, termasuk yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan.
Karena itu, menjaga kesehatan pencernaan sejak dini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesehatan anak secara keseluruhan.
Empat Cara Mendukung Imunitas Anak
Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu sistem imun anak berkembang secara optimal?
Perhatikan kesehatan pencernaan
Kesehatan saluran pencernaan memiliki hubungan erat dengan sistem imun. Karena itu, asupan makanan yang mendukung keseimbangan mikrobiota usus dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat anak.
Prebiotik, misalnya, dapat ditemukan secara alami dalam sejumlah makanan berserat seperti pisang, bawang, oat serta berbagai buah dan sayuran.
Sementara itu, probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat ditemukan dalam makanan tertentu, termasuk beberapa produk fermentasi seperti yoghurt.
Sinbiotik merupakan kombinasi probiotik dan prebiotik. Keduanya dirancang untuk bekerja bersama dalam mendukung lingkungan mikrobiota di saluran pencernaan.
Meski demikian, kebutuhan setiap anak berbeda. Orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan atau produk, melainkan memastikan keseluruhan pola makan dan gaya hidup anak sudah seimbang.
Jika mempertimbangkan produk tambahan, termasuk susu pertumbuhan yang mengandung prebiotik, probiotik atau sinbiotik, orang tua perlu membaca label kandungan dan memastikan produk memiliki izin edar yang jelas. Konsultasi dengan dokter anak juga dapat dilakukan untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan si kecil.
Imunitas Dibangun dari Kebiasaan Sehari-hari
Membangun sistem imun anak bukanlah proses instan dan tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis makanan atau produk.
Nutrisi yang seimbang, tidur yang cukup, aktivitas fisik, imunisasi sesuai rekomendasi, kebersihan yang baik serta kesehatan pencernaan merupakan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang dapat mendukung tumbuh kembang anak.
Yang tidak kalah penting, orang tua juga perlu memahami bahwa anak sesekali mengalami batuk, pilek atau demam bukan berarti sistem imunnya otomatis lemah. Tubuh anak memang sedang terus belajar mengenali berbagai tantangan dari lingkungan.
Dengan pola hidup sehat dan dukungan yang tepat sejak dini, orang tua dapat membantu proses perkembangan sistem imun anak berjalan secara optimal.
Penuhi kebutuhan nutrisi
Pola makan yang beragam dan seimbang menjadi salah satu fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Pastikan menu harian anak mengandung berbagai kelompok zat gizi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Sumbernya dapat diperoleh dari kombinasi makanan seperti ikan, telur, daging, kacang-kacangan, buah dan sayuran.
Pemberian makanan juga perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing anak.
Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup
Tidur bukan hanya waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Kualitas dan durasi tidur juga berkaitan dengan berbagai proses biologis yang mendukung kesehatan anak.
Sebuah studi mengenai hubungan tidur dan mikrobiota usus pada anak usia prasekolah yang dilakukan University of Calgary pada 2022 menemukan adanya perbedaan komposisi mikrobiota pada anak dengan durasi tidur malam yang berbeda.
Karena itu, orang tua perlu membangun rutinitas tidur yang teratur dan memastikan anak memperoleh waktu tidur sesuai kebutuhan usianya.
Dorong anak aktif bergerak
Aktivitas fisik juga penting bagi kesehatan anak. Mengajak si kecil bermain, berjalan, berolahraga ringan atau melakukan aktivitas di luar rumah dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus memberikan kesempatan bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungan.
Namun, kebersihan tetap perlu diperhatikan. Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet atau bermain di luar rumah.
Orang tua juga tidak perlu menciptakan lingkungan yang terlalu steril. Yang lebih penting adalah menerapkan kebersihan secara wajar sekaligus memberikan kesempatan bagi anak untuk berinteraksi dengan lingkungan secara aman.
















