Life Style

Jangan Abaikan Perubahan Pola BAB, Bisa Jadi Alarm Kanker Usus

0
×

Jangan Abaikan Perubahan Pola BAB, Bisa Jadi Alarm Kanker Usus

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | HEALTH- Setiap orang punya kebiasaan buang air besar (BAB) yang berbeda, baik dari frekuensi maupun bentuk tinjanya. Karena itu, perubahan yang tidak biasa sering baru disadari setelah berlangsung beberapa waktu. Yang biasanya BAB sekali sehari mendadak jadi lebih sering, tinja berubah lebih lunak, atau tiba-tiba sembelit tanpa sebab jelas. Perubahan seperti ini tidak selalu berarti penyakit serius, tetapi konsultan bedah umum yang menangani penyakit kolorektal di Nuffield Health Brighton, Jeremy Clark, menyarankan agar kondisi yang menetap tidak diabaikan.
Pola BAB yang Berubah dan Tak Kunjung Normal
Perhatikan terutama perubahan yang berbeda jauh dari kebiasaan dan tidak kembali seperti semula.
“Jika biasanya buang air besar sekali sehari seperti jarum jam, kemudian tiba-tiba menjadi dua atau tiga kali sehari dan tinjanya lebih lunak, itu sesuatu yang perlu diperiksa,” ujar Clark, disadur dari The Independent.
Menurutnya, sembelit bukan faktor risiko yang terlalu besar. Namun, jika terjadi mendadak dan tidak kembali normal, kondisi itu tetap perlu diperiksa.
Durasi menjadi pembeda penting. “Jika masalah pada usus hanya berlangsung selama satu atau dua hari lalu kembali normal, seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika perubahan tersebut menetap selama beberapa minggu, hal itu perlu dilaporkan,” kata Clark.
Darah pada Feses Jangan Dianggap Sepele
Darah yang terlihat saat BAB juga tidak boleh diabaikan. “Jika ada darah saat buang air besar, itu merupakan tanda yang mengkhawatirkan dan sebaiknya segera disampaikan kepada dokter,” ujar Clark.
Warna darah bisa berbeda, mulai dari merah terang hingga hampir hitam, tergantung lokasi perdarahan di dalam usus. Darah yang lebih gelap atau bercampur dengan feses perlu segera dilaporkan kepada dokter, meski baru terjadi sekali dan jumlahnya cukup banyak. “Jangan menunggu sampai hal itu terjadi lagi,” tegasnya.
Meski begitu, darah merah terang tidak selalu berkaitan dengan kanker karena bisa muncul akibat wasir. Jika hanya terlihat sedikit darah merah terang pada tisu toilet dan Anda tahu memiliki wasir, kondisi ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, bila berlangsung lebih dari seminggu dan belum pernah diperiksa sebelumnya, sebaiknya tetap dilaporkan kepada dokter.
Sakit Perut, Kembung, hingga Berat Badan Turun
Perubahan pola BAB dan darah pada feses dapat disertai gejala lain, seperti sakit perut, kembung, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
“Kanker usus dapat menyebabkan sakit perut. Ini cenderung menjadi gejala yang muncul lebih belakangan, tetapi juga dapat terjadi pada tahap awal,” kata Clark. Ia menambahkan, orang sering merasa cukup kembung ketika ada sesuatu yang tidak beres pada usus.
Penurunan berat badan tanpa penyebab jelas juga patut diwaspadai karena kanker usus dapat memengaruhi cara kerja sistem pencernaan.
Mudah Disalahartikan
Clark mengingatkan bahwa gejala-gejala ini mudah dianggap masalah pencernaan ringan. “Masalahnya, semua gejala tersebut dapat tumpang tindih dengan masalah lain yang tidak terlalu serius, seperti wasir atau sindrom iritasi usus (IBS), sehingga orang sering mengabaikan atau menganggap remeh gejala tersebut,” jelasnya.
Karena itu, perubahan yang tidak biasa sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. “Lebih baik kita memeriksa sesuatu dan mengetahui bahwa ternyata tidak ada masalah, daripada memeriksanya ketika sudah terlambat dan kita tidak dapat melakukan banyak hal,” kata Clark.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *