LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA-Sebut saja namaku, (saya) sendiri yang menjadikan hidup awalnya terasa mati sia-sia. Pikiran nya begitu, awalnya, dan akhirnya tidak seperti begitu.
Sekali lagi, saya ini meminjam judul artikel seseorang, yang bagiku adalah kehangatan, beliau menyapaku lewat kolom komentar, jauh sebelum itu, sebelum mimpi bertemu gigi, ia hadir berkunjung dalam kolom “mulai percakapan” seperti Kiki Wahyuni lakukan tanggal 4 September 2026. Kehangatan literasi tiba-tiba memuncak setelah bangun dari tidur pada hari minggu itu. Waktu di Jerman barangkali masih sabtu, saya tidak tahu. Jelasnya, yang saya tahu ini berbahasa Indonesia, percakapan bahasa Ibu. Di Palembang doa kecil itu barangkali menjadi suluh literasi dari setiap tetes jemari kaku di tangan kanan ini. Kembali saya menemukan “blog walking” Hari itu.itu (saya), sungguh bukan sungguh-sungguh, telah satu tahun berlalu lamanya tidak merasakan atau menghisap asap rokok itu lagi. Asap itu sudah hilang seiring perjalanan menulis di Kompasiana. Saya sekali lagi sedang menulis bahwa saya telah “berhasil” menaklukkan diri sendiri!Artinya, bukan pertandingan lagi atau jika ada yang bertanya bagaimana saya berjalan tanpa isapan asap langsung lagi, (saya) masih ingat, selalu ingat saya ini masih muda, lalu cek desil berada di desil 1. Desil 1 pula, di KTP Wiraswasta, lengkap, berhenti merokok adalah tanggung jawab ekonomi saya. Barangkali begitu jika saya berpikir untuk menyederhanakan pertanyaan teman lama kalau tahu cerita saya ini menyebar kepada nya.
Lalu, saya tidak tahu bagaimana sulitnya untuk berhenti dari kebiasaan ini, karena memang tak pernah terbiasa merokok sejak usia di sekolah. Setelah itu saya tak ingin mencobanya lagi.Yang saya tahu, saya “berhasil”, berhenti merokok dan menaklukkan diri sendiri.
Untuk teman lama maupun teman baru, apapun situasi nya, asap rokok itu ternyata membantu Negara, ia diam-diam memberikan sumbangsih kepada jalan nya perekonomian. Itu saja yang saya tahu sesudah berhasil mengalahkan diri sendiri.
Bahkan ketika ada tamu yang datang ke rumah, (saya) hanya minum kopi dan tamu nya isap rokok sekaligus minum kopi. Di ruang terbuka, jalan-jalan di Desa Hilionaha dengan keluaran motor beat tua 2014. Saya jalan layak nya pemuda tanpa asap rokok di mulut dan tanpa rokok di bibir. (MAW-Kompasiana)
















