Info IslamJakartaNusantara

Jakarta Understanding Tegaskan Peran Imam Masjid sebagai Penggerak Perdamaian Dunia

7542
×

Jakarta Understanding Tegaskan Peran Imam Masjid sebagai Penggerak Perdamaian Dunia

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA- Forum Imam Masjid Sedunia atau International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta menghasilkan Jakarta Understanding yang memperluas peran imam masjid dalam membangun perdamaian dan memperkuat diplomasi keagamaan di tingkat global.

Kesepakatan tersebut menegaskan bahwa imam masjid tidak hanya berperan sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan sebagai mediator konflik, pemersatu keberagaman, penuntun moral masyarakat, serta penggerak dialog lintas agama.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, Jakarta Understanding menjadi penegasan bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus menjadikan masjid sebagai ruang yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan.

β€œMelalui Jakarta Understanding, para Imam Besar menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan,” kata Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, para imam didorong menjalankan peran strategis sebagai mediator konflik, pemersatu keberagaman dan penuntun moral masyarakat.

Lembaga keagamaan juga diharapkan dikembangkan menjadi ruang komunitas yang terbuka, inklusif, berorientasi pada kemanusiaan serta mendukung pembangunan peradaban.

Para imam juga didorong menjadi agen perdamaian dunia dengan menjaga dan melindungi martabat manusia tanpa membedakan etnis, agama, bangsa maupun gender.

Peran itu mencakup penguatan pendidikan karakter, moderasi beragama, toleransi, kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Lawan Ekstremisme dan Jaga Lingkungan

Jakarta Understanding juga menyerukan agar para imam turut memperjuangkan keadilan sosial dan memberikan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, penyandang disabilitas serta kelompok minoritas.

Dalam konteks diplomasi keagamaan, imam diharapkan menjadi penggerak dialog lintas iman untuk mencegah konflik, membangun kepercayaan dan memperkuat proses rekonsiliasi di tingkat global.

Deklarasi tersebut juga menempatkan imam di garis depan dalam menolak ekstremisme, kekerasan, penyalahgunaan agama, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Selain persoalan perdamaian dan sosial, isu lingkungan turut menjadi perhatian. Jakarta Understanding memasukkan komitmen untuk membangun kesadaran ekoteologis di kalangan umat beragama.

Masjid dan komunitas keagamaan didorong menjadi pelopor keberlanjutan bumi dengan menjaga keseimbangan alam serta mendorong penghentian berbagai bentuk perusakan lingkungan.

Kesepakatan itu juga menyerukan kolaborasi global antara lembaga internasional, pemerintah dan masyarakat sipil untuk membangun dunia yang lebih adil, bermartabat dan damai.

Palestina Jadi Salah Satu Mandat

Salah satu poin penting dalam Jakarta Understanding adalah dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Para peserta menyerukan perlindungan terhadap warga sipil, penghormatan dan penegakan hukum internasional, serta terwujudnya kemerdekaan, keadilan, perdamaian dan martabat yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

Sebelumnya, Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal dipercaya menjadi Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) setelah IGIC 2026 menyepakati pembentukan organisasi tersebut.

Pembentukan IAMI diharapkan menjadi wadah kerja sama para imam masjid dari berbagai negara dalam memperkuat diplomasi keagamaan, membangun perdamaian serta merespons berbagai persoalan kemanusiaan di tingkat global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *