LINTASNUSANTARANEWS.ID | OLAHRAGA – Tottenham Kalah Lagi, Roberto De Zerbi Pilih Tak Bicara dengan Pemainnya
LONDON – Tottenham Hotspur kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 2-3 dari Aston Villa pada lanjutan Premier League 2026/2027 di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (19/9/2026).
Kekalahan tersebut memperpanjang awal buruk Spurs di liga. Tottenham belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan Premier League dan kini hanya mengoleksi dua poin.
Situasi tersebut membuat pelatih Roberto De Zerbi sangat kecewa. Bahkan, seusai pertandingan, pelatih asal Italia itu mengaku memilih tidak berbicara kepada para pemainnya.
“Saya tidak berbicara dengan para pemain hari ini karena saya tidak ingin mengatakan apa pun,” ujar De Zerbi seperti dikutip RTE.
De Zerbi mengaku sangat frustrasi dengan penampilan timnya, terutama setelah Tottenham kehilangan kendali pada babak kedua.
“Saya sangat kecewa, sedih dan frustrasi dengan penampilan ini. Kami tidak bisa kalah dalam pertandingan dengan cara seperti ini,” katanya.
Tottenham Sempat Bangkit, tetapi Terlambat
Aston Villa lebih dulu membuka keunggulan melalui Johan Manzambi menjelang akhir babak pertama. Nicolas Jackson kemudian menggandakan keunggulan Villa pada menit ke-67.
Emi Buendia membuat keadaan semakin sulit bagi Tottenham melalui gol jarak jauh yang membawa Villa unggul 3-0.
Tottenham baru mampu memberikan respons pada menit-menit akhir. Conor Gallagher dan Jan Paul van Hecke mencetak gol, tetapi dua gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Spurs dari kekalahan.
De Zerbi menilai masalah utama timnya bukan sekadar pergantian pemain, tetapi hilangnya keseimbangan permainan ketika Tottenham tertinggal.
“Kami kehilangan keseimbangan karena kami tertinggal. Kami memaksakan umpan, kehilangan bola, dan mereka kemudian bermain melalui serangan balik,” jelasnya.
Tekanan Semakin Besar
Hasil tersebut membuat Tottenham memasuki jeda internasional dengan situasi yang semakin sulit. Reuters melaporkan bahwa Spurs belum menang dalam lima laga liga dan berada di sekitar zona degradasi dengan hanya dua poin.
De Zerbi kini menghadapi tekanan untuk segera memperbaiki performa tim. Sebelumnya, ia juga telah mengakui bahwa Tottenham masih mengalami persoalan fisik, kepercayaan diri, dan efektivitas di depan gawang.
Bagi Tottenham, jeda internasional menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sebelum kembali menghadapi pertandingan berikutnya. Sementara bagi De Zerbi, tantangan utamanya adalah mengembalikan keseimbangan dan kepercayaan diri skuad setelah rentetan hasil mengecewakan.




















