LINTASNUSANTARANEWS.ID | TEHERAN- Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan tudingan bahwa insiden penerbangan flydubai rute Dubai–Tel Aviv merupakan bagian dari skenario false flag yang disebut-sebut dirancang untuk menyeret Amerika Serikat kembali terlibat dalam konflik dengan Iran.
Dalam laporan yang diterbitkan Kamis (1/10/2026), Press TV mengutip sumber regional yang tidak disebutkan identitasnya. Sumber tersebut menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat dalam perencanaan operasi yang memanfaatkan pesawat milik maskapai Uni Emirat Arab tersebut.
Tuduhan itu belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen. Israel, Uni Emirat Arab, maupun Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan langsung atas tudingan tersebut.
Menurut sumber yang dikutip Press TV, rencana tersebut disebut dibahas dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab selama tiga hari sebelum insiden terjadi.
Sumber itu mengklaim tujuan operasi tersebut adalah menciptakan kondisi yang dapat mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah militer baru terhadap Iran.
Press TV juga mengaitkan tudingan tersebut dengan situasi politik Israel menjelang pemilihan parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Sumber yang sama menyebut Netanyahu disebut khawatir terhadap prospek koalisinya dalam pemilu mendatang.
Namun, hingga kini tidak terdapat bukti independen yang mengonfirmasi klaim mengenai adanya perencanaan false flag maupun keterlibatan Netanyahu dalam insiden tersebut.
Insiden Flydubai Picu Kepanikan
Tudingan tersebut muncul setelah penerbangan flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv mengalami insiden serius pada Rabu (30/9).
Pesawat Boeing 737 tersebut membawa sekitar 174 penumpang ketika terjadi konflik di dalam kokpit. Pesawat kemudian mengalami perubahan ketinggian secara ekstrem sebelum dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.
Data penerbangan menunjukkan pesawat sempat turun sekitar 14.000 kaki dalam waktu kurang dari 30 detik. Pesawat juga sempat mengirimkan kode darurat 7700 dan kode 7500 yang menunjukkan adanya gangguan atau intervensi ilegal sebelum kembali ke kode darurat umum.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan salah satu pilot menyerang pilot lainnya dan diduga berupaya menjatuhkan pesawat. Penumpang dan kru disebut berhasil masuk ke kokpit dan mengendalikan situasi sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat.
Kapten pesawat, yang diidentifikasi sebagai warga negara India bernama Smit Machchhar, mengalami luka dan mendapat perawatan di rumah sakit di Tabuk. Pihak berwenang juga menyelidiki pilot lainnya yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Motif Masih Diselidiki
Hingga saat ini, motif sebenarnya di balik insiden tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab menyatakan tim investigasi bersama pihak terkait sedang memeriksa penyebab dan kondisi yang melatarbelakangi insiden, termasuk aspek operasional dan keamanan.
Otoritas tersebut juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi tidak resmi ataupun membuat kesimpulan sebelum hasil penyelidikan diumumkan.
Kantor Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab juga memerintahkan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi dan bukti mengenai kejadian, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan aktivitas terorisme atau perencanaan sebelumnya.
Sementara itu, flydubai menyatakan penerbangan menuju dan dari Israel ditangguhkan sementara selama proses penyelidikan berlangsung. Maskapai tersebut sebelumnya meminta semua pihak tidak berspekulasi secara prematur mengenai penyebab maupun motif insiden.
Tuduhan Politik Belum Terbukti
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah serta menjelang pemilu Israel.
Namun, klaim bahwa insiden flydubai merupakan operasi false flag yang dirancang Netanyahu untuk menyeret Amerika Serikat ke perang dengan Iran masih sebatas tuduhan yang disampaikan sumber anonim kepada media pemerintah Iran.
Sejauh ini, penyelidikan resmi oleh otoritas Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan pihak terkait masih berlangsung. Belum ada temuan resmi yang menghubungkan insiden penerbangan FZ1073 dengan operasi yang dirancang pemerintah Israel atau dengan Iran.
Karena itu, berbagai klaim mengenai motif politik di balik insiden tersebut masih harus menunggu hasil penyelidikan dan bukti yang dapat diverifikasi.
Media Iran Tuding Insiden Flydubai sebagai Skenario False Flag, Netanyahu Disebut Terlibat




















