Jakarta

Prabowo Beri Sinyal Mulai Proyek Giant Sea Wall pada 2027

653
×

Prabowo Beri Sinyal Mulai Proyek Giant Sea Wall pada 2027

Share this article

Executive Brief Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa kontrak proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa akan dimulai pada 2027 untuk melindungi kawasan pesisir dari kenaikan permukaan air laut. Proyek ini dirancang untuk melindungi sekitar 50 juta jiwa dan aset ekonomi penting yang menyumbang 38% PDB Indonesia, dengan struktur tanggul sepanjang 575 kilometer dari Tangerang hingga Jawa Timur. Pembangunan Giant Sea Wall akan mengintegrasikan pendekatan hard structure dengan solusi berbasis alam untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir dan mengamankan kawasan industri serta logistik nasional.

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tender penandatanganan kontrak mega proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa bakal dimulai pada 2027. Langkah strategis tersebut ditempuh guna mengamankan kawasan pesisir Pantura Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut (sea level rise) sekaligus melindungi pusat kegiatan ekonomi nasional. “Nanti di awal tahun 2027 mungkin kita sudah akan membagi kontrak-kontrak itu. Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance juga. Jadi ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan,” ujar Presiden Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab dikutip Minggu (20/9/2026). Prabowo menegaskan keberadaan tanggul laut raksasa terbentang dari Tangerang hingga Jawa Timur tersebut sangat vital mengingat kawasan Pantura menjadi penopang utama industri manufaktur nasional. Rencananya, pembangunan struktur tanggul seluas 575 kilometer yang terbagi dalam 15 segmen tersebut diproyeksikan mampu melindungi sekitar 50 juta jiwa penduduk di sepanjang wilayah pesisir. Selain perlindungan pemukiman, infrastruktur ini dirancang untuk mengamankan aset ekonomi penting yang berkontribusi hingga 38% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Kawasan Pantura Jawa saat ini menampung sedikitnya 70 kawasan industri, 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta menjadi poros utama jaringan logistik nasional. “Jadi kita harus selamatkan pantai utara Jawa. Karena itu, kita harus bikin perlindungan terhadap naiknya air laut. Jadi Giant Sea Wall istilahnya. Yang dari Tangerang sampai ke Jawa Timur,” ujar Prabowo. Adapun sebelumnya, Kepala Badan Otorita Pengelola Pesisir Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa pendekatan konstruksi GSW akan dilaksanakan melalui skema pembangunan (hard structure) yang diintegrasikan dengan pendekatan berbasis alam (nature-based solution) guna memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir.  Nantinya, penanganan banjir rob di beberapa wilayah akan dilakukan lewat pengelolaan hutan mangrove yang luas sekaligus merehabilitasi ekosistem pesisir yang selama ini mengalami degradasi akibat aktivitas industri dan permukiman.  Sementara itu, pada bagian tanggul laut yang dibangun menggunakan struktur fisik modern, pemerintah akan merancang infrastruktur tersebut agar memiliki fungsi multiguna yang bernilai ekonomi tinggi. “Pendekatan kami itu terintegrasi. Bukan hanya berbasis ilmu pengetahuan, tapi berbasis integrasi sosial, integrasi ekonomi, dan integrasi teknologi di dalamnya. Bekerja sama dengan pihak masyarakat, pihak pemerintah daerah, baik pusat pemerintah provinsi, kabupaten, kota,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *