LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menyiapkan program Magang Nasional Batch 3 bagi lulusan perguruan tinggi. Pendaftaran peserta ditargetkan dibuka pada Oktober 2026, sebelum program resmi dimulai pada November.
Program ini menjadi bagian dari target pemerintah untuk menyediakan total 150 ribu kesempatan magang bagi lulusan perguruan tinggi melalui beberapa tahap pelaksanaan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, pada pelaksanaan sebelumnya sebanyak 46.160 peserta diterima pada batch pertama, sementara batch kedua diikuti sekitar 40.962 peserta.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 62 ribu kuota yang perlu dipenuhi pada batch ketiga untuk mencapai target 150 ribu peserta.
“Jadi 41 ribu ditambah batch pertama 46 ribu, nanti di batch ketiga insya Allah kita akan bulatkan menjadi 150 ribu,” ujar Yassierli dalam konferensi pers Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 di Gedung Vokasi, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Pendaftaran Peserta Dibuka Oktober
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menjelaskan, persiapan Batch 3 dilakukan secara bertahap.
Pendaftaran perusahaan penyelenggara dimulai pada September 2026. Selanjutnya, pendaftaran dan proses seleksi peserta dijadwalkan berlangsung pada Oktober.
Setelah proses seleksi selesai, program magang ditargetkan mulai berjalan pada November.
“November kita akan kick-off lagi, tapi kita mulai pendaftarannya mulai dari bulan September ini, kita mulai daftar untuk penyelenggara. Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi, kick-off lagi di November,” jelas Darmawansyah.
Artinya, calon peserta yang ingin mengikuti program tersebut perlu memperhatikan pengumuman resmi Kemnaker mengenai pembukaan pendaftaran dan persyaratan sebelum melakukan registrasi.
Batch 3 Fokus ke Perusahaan
Ada perubahan penting pada pelaksanaan Batch 3.
Jika pada pelaksanaan sebelumnya terdapat penempatan peserta di perusahaan maupun kementerian/lembaga, pada Batch 3 seluruh peserta akan ditempatkan di perusahaan.
“Dan untuk batch 3 itu semuanya pure perusahaan. Jadi enggak ada kementerian/lembaga nanti untuk batch 3,” kata Darmawansyah.
Perubahan tersebut membuat calon peserta perlu memperhatikan pilihan perusahaan dan bidang pekerjaan yang tersedia ketika pendaftaran dibuka.
Uang Saku Ditanggung Pemerintah
Salah satu informasi penting bagi calon peserta adalah mengenai uang saku.
Kemnaker memastikan uang saku peserta magang tetap berasal dari pemerintah.
“Uang saku murni dari pemerintah,” tegas Darmawansyah.
Dengan demikian, peserta tidak dibebankan untuk membayar uang saku kepada perusahaan penyelenggara. Namun, calon peserta tetap perlu mengikuti seluruh ketentuan dan persyaratan resmi program ketika pendaftaran dibuka.
30 Ribu Peserta Magang Disebut Sudah Bekerja
Program magang nasional juga tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengalaman kerja. Kemnaker mencatat adanya peserta yang kemudian terserap menjadi pekerja setelah menyelesaikan program.
Darmawansyah menyebut, dari sekitar 100 ribu alumni magang angkatan pertama, sekitar 60 ribu di antaranya menjalani magang di industri atau perusahaan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu orang atau mendekati 50 persen disebut telah bekerja di perusahaan.
Namun, Kemnaker masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan data penyerapan alumni, termasuk peserta yang sebelumnya menjalani magang di kementerian/lembaga tetapi kemudian mendapatkan pekerjaan di perusahaan.
“Ini yang sedang kita tracer lagi,” ujar Darmawansyah.
Penelusuran dilakukan menggunakan sejumlah metode, antara lain survei kepada alumni dan pencocokan data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui pencocokan tersebut, Kemnaker dapat melihat apakah alumni program magang telah masuk ke dunia kerja secara formal.
Bukan Jaminan Langsung Jadi Karyawan
Bagi calon peserta, program magang perlu dipahami sebagai sarana memperoleh pengalaman kerja, keterampilan dan jejaring profesional, bukan sebagai jaminan otomatis untuk mendapatkan pekerjaan.
Meski terdapat alumni yang kemudian direkrut perusahaan, keputusan penerimaan kerja tetap bergantung pada kebutuhan dan proses rekrutmen masing-masing perusahaan.
Karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan masa magang untuk membangun kompetensi, memahami budaya kerja, memperluas jaringan dan meningkatkan rekam pengalaman profesional.
Dengan pendaftaran Batch 3 yang ditargetkan berlangsung pada Oktober dan kick-off pada November, lulusan perguruan tinggi yang berminat perlu memantau informasi resmi Kemnaker agar tidak tertinggal jadwal maupun persyaratan pendaftaran.




















