LINTASNUSANTARANEWS.ID | TAKENGON- Secangkir kopi menjadi awal percakapan yang hangat antara Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., dengan insan pers di Aula Lantai II Polres Aceh Tengah, Rabu (30/9/2026).
Melalui kegiatan Ngopi Bareng, jajaran Polres Aceh Tengah bersama wartawan tidak hanya membangun suasana keakraban, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kemitraan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut mengusung tema “Bangun Sinergi Menjaga Aceh Tengah dengan HATI” dengan semangat “Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat.”
Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana bertukar pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan media dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Aceh Tengah.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo mengatakan, hubungan antara Polri dan media perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing, serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kegiatan kopi bareng ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi momentum untuk mempererat komunikasi dan membangun hubungan kemitraan yang semakin baik antara Polres Aceh Tengah dengan insan pers,” ujar Teguh.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, termasuk media yang memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kapolres juga mengajak insan pers bersama-sama menangkal penyebaran informasi yang tidak benar dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pemberitaan yang akurat, faktual dan berimbang, kata dia, dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
PWI Dorong Verifikasi dan Objektivitas
Ketua PWI Aceh Tengah, Kurnia Muhadi, menyambut baik keterbukaan Kapolres dan jajaran dalam membangun komunikasi dengan insan pers.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepolisian dan media penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat melalui koordinasi dan komunikasi secara berkelanjutan.
“Insan media memiliki fungsi kontrol sosial. Karena itu, pemberitaan harus mengedepankan verifikasi, konfirmasi dan objektivitas,” kata Kurnia.
Ia menegaskan, kemitraan antara media dan kepolisian tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol pers. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka diharapkan dapat membuat setiap pihak semakin memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Bangun Komunikasi untuk Masyarakat
Kegiatan Ngopi Bareng turut dihadiri Ketua SMSI Aceh Tengah Jurnalisa, para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran serta sejumlah insan pers.
Suasana pertemuan berlangsung aman, tertib dan lancar. Percakapan yang dikemas secara santai menjadi ruang bagi polisi dan wartawan untuk saling bertukar informasi serta memperkuat hubungan kelembagaan.
Bagi Polres Aceh Tengah, komunikasi dengan media menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Sementara bagi insan pers, akses informasi dan komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Secangkir kopi yang tersaji dalam pertemuan tersebut pun menjadi simbol sederhana dari sebuah tujuan yang sama: membangun komunikasi, menjaga kondusivitas Aceh Tengah dan menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sinergi antara Polres Aceh Tengah dan insan pers diharapkan tidak berhenti dalam kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut melalui komunikasi dan koordinasi dalam berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Polres Aceh Tengah Melayani dengan HATI. Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat.
Secangkir Kopi, Satu Tujuan, Kapolres Aceh Tengah dan Insan Pers Perkuat Sinergi




















