Pendidikan

Milad ke-63 UIN Ar-Raniry, Prof Yusny Ajak Sivitas Bangun Warisan Kampus hingga 1.000 Tahun

73737
×

Milad ke-63 UIN Ar-Raniry, Prof Yusny Ajak Sivitas Bangun Warisan Kampus hingga 1.000 Tahun

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | BANDA ACEH- Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof. Yusny Saby mengajak seluruh sivitas akademika membangun fondasi kampus yang kuat agar UIN Ar-Raniry terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Ajakan tersebut disampaikan Prof. Yusny dalam zikir dan doa bersama memperingati Milad ke-63 UIN Ar-Raniry yang berlangsung di Masjid Fathun Qarib, Banda Aceh, Senin (5/10/2026).
Prof. Yusny yang merupakan Rektor IAIN Ar-Raniry periode 2005–2009 mengatakan, usia 63 tahun seharusnya menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar kampus untuk melihat dan memikirkan arah pengembangan universitas dalam jangka panjang.
Menurutnya, UIN Ar-Raniry tidak cukup hanya memikirkan perkembangan dalam beberapa tahun atau beberapa dekade ke depan. Kampus harus memiliki visi yang jauh lebih panjang sehingga mampu meninggalkan warisan keilmuan dan kelembagaan bagi generasi mendatang.
“Jangan pikir UIN 63 tahun. Pikirkan UIN Ar-Raniry ke depan bukan 100 tahun, bisa 1.000 tahun,” ujarnya.
Menurut Prof. Yusny, keberlanjutan sebuah perguruan tinggi sangat bergantung pada kemampuan sivitas akademika membangun fondasi yang kuat, baik dari sisi keilmuan, kelembagaan maupun karakter almamater.
Ia juga mengingatkan pentingnya setiap warga kampus mengenal sejarah UIN Ar-Raniry. Pemahaman terhadap sejarah almamater, kata dia, akan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus kepedulian untuk menjaga dan mengembangkan institusi.
“Tak kenal maka tak sayang. Kenapa orang tidak sayang pada almamaternya? Karena tidak sungguh-sungguh mengenalnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yusny turut mengulas perjalanan pendidikan tinggi di Aceh, mulai dari peresmian kawasan Darussalam pada 2 September 1959 hingga perkembangan pendidikan tinggi Islam yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang UIN Ar-Raniry.
Menurutnya, sejarah tersebut tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, tetapi penting dipahami sebagai bagian dari identitas dan pijakan dalam menentukan arah masa depan universitas.
Prof. Yusny juga menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat memperoleh informasi. Lebih dari itu, kampus harus menjadi ruang untuk membentuk cara berpikir, menguji pengetahuan, serta melahirkan ilmu yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Informasi bukan ilmu. Informasi yang kita terima harus diuji, diverifikasi, dan diperkaya dengan pengalaman serta pemahaman. Ketika kita kurang ilmu, emosi yang berjalan. Ketika sudah berilmu, otak yang berjalan. Di situlah peranan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong setiap fakultas di UIN Ar-Raniry untuk membangun keunggulan sesuai kebutuhan dan karakteristik masyarakat Aceh.
Perguruan tinggi, menurutnya, harus mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mencontohkan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry yang diharapkan dapat mengembangkan pendekatan layanan kesehatan dengan memahami karakteristik masyarakat Aceh, termasuk pengetahuan mengenai istilah penyakit dan praktik pengobatan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat.
“Universitas harus mampu melahirkan ilmu yang menjawab kebutuhan masyarakat. Keunggulan yang dibangun setiap fakultas harus memiliki hubungan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Zikir dan doa bersama dalam rangka Milad ke-63 UIN Ar-Raniry tersebut diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar UIN Ar-Raniry untuk mensyukuri perjalanan universitas selama lebih dari enam dekade sekaligus memperkuat komitmen membangun kampus yang tidak hanya besar dalam usia, tetapi juga kuat dalam tradisi keilmuan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Pesan Prof. Yusny pun menjadi refleksi penting pada usia ke-63 UIN Ar-Raniry: membangun universitas bukan hanya untuk generasi hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *