Pendidikan

Rushali Thakkar di IEEE YESIST12 2026: Teknologi Harus Berangkat dari Masalah Masyarakat

81718
×

Rushali Thakkar di IEEE YESIST12 2026: Teknologi Harus Berangkat dari Masalah Masyarakat

Share this article

Senior Member IEEE ajak mahasiswa dan akademisi manfaatkan hibah EPICS in IEEE hingga 10 ribu dolar AS per proyek

LINTASNUSANTARANEWS.ID | BEKASI- Teknologi yang menyala dan sistem yang berjalan belum tentu berarti berhasil. Bagi masyarakat penerima manfaat, ukurannya lebih sederhana: apakah teknologi itu benar-benar membantu menyelesaikan persoalan mereka?
Pesan tersebut disampaikan Rushali Thakkar, Senior Member IEEE sekaligus perwakilan EPICS in IEEE, dalam keynote speech pada rangkaian IEEE YESIST12 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, Sabtu (3/10/2026). Ajang internasional bertema “Age of Innovation” ini dituanrumahi Universitas Nusa Mandiri (UNM).
Dalam paparannya, Rushali memperkenalkan Engineering Projects in Community Service (EPICS) in IEEE, program hibah di bawah IEEE Educational Activities Board (EAB) yang mendukung konsep service-learning. Program yang berdiri sejak 2009 ini mengadopsi model EPICS dari Purdue University dan mempertemukan mahasiswa dengan anggota IEEE untuk merancang serta menerapkan solusi rekayasa bersama organisasi masyarakat lokal.
“EPICS in IEEE berfokus pada empat pilar utama, yaitu Pendidikan (Education & Outreach), Akses & Kemampuan (Access & Abilities), Lingkungan (Environment), dan Layanan Kemanusiaan (Human Services),” ujar Rushali.
Jejaring global dengan kontribusi besar dari Asia
Sepanjang 2009 hingga 2025, EPICS in IEEE telah mendanai 303 proyek dengan nilai hibah lebih dari 1,6 juta dolar AS. Program ini melibatkan lebih dari 13 ribu mahasiswa dan 1.600 relawan, dengan perkiraan penerima manfaat lebih dari 1,67 juta orang di seluruh dunia. Asia menyumbang sekitar 39 persen dari seluruh proyek global, terbesar dibanding wilayah lain.
Menurut Rushali, mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan teknik dari ruang kelas, tetapi juga belajar menghadapi persoalan dengan konteks sosial dan kebutuhan pengguna yang nyata. Pengalaman ini sekaligus melatih manajemen proyek, kepemimpinan, kerja sama tim, dan komunikasi.
Contoh dari Indonesia
Dua proyek dari Indonesia dipaparkan sebagai contoh. Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan teknologi Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya salak di Sleman. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjalankan proyek konservasi air bersih dan oksigen berbasis IoT serta PV-RO di Pulau Gili Genting. Keduanya menunjukkan bahwa kebutuhan akan solusi rekayasa hadir di lingkungan pertanian, wilayah kepulauan, dan komunitas dengan tantangan spesifik, tidak hanya di pusat kota atau industri besar.
Mulai dari mendengarkan
Rushali juga memaparkan langkah bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan proyek melalui EPICS in IEEE:
Mengidentifikasi masalah dengan berkolaborasi dan mendengarkan langsung kebutuhan organisasi masyarakat.
Membangun hubungan dengan menentukan penanggung jawab dari pihak mitra yang menjadi mentor selama proyek.
Menentukan ruang lingkup, termasuk target dan kebutuhan desain yang sesuai dengan kemampuan tim.
Urutan tersebut menegaskan bahwa calon inovator perlu memahami masalah masyarakat sebelum bertanya teknologi apa yang akan dibuat.
Hibah 1.000 hingga 10 ribu dolar AS
Di akhir sesi, Rushali mengajak mahasiswa dan akademisi memanfaatkan pendanaan EPICS in IEEE dengan nilai hibah sekitar 1.000 hingga 10 ribu dolar AS per proyek. Ia juga memperkenalkan kursus pelatihan proyek EPICS in IEEE yang baru diluncurkan untuk membantu calon pengusul memahami proses penyusunan proposal dan meningkatkan kesiapan mengajukan proyek.
Bagi peserta IEEE YESIST12 2026, kesempatan ini membuka peluang agar gagasan tidak berhenti setelah kompetisi selesai, tetapi berkembang menjadi kegiatan pengabdian, penelitian terapan, atau solusi yang benar-benar digunakan komunitas.
Tentang IEEE YESIST12 2026
[Isi deskripsi singkat acara dan penyelenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *