Info Islam

24 Kata-Kata Mutiara tentang Menuntut Ilmu dalam Islam, dari Imam Syafi’i hingga Ali bin Abi Thalib

6541
×

24 Kata-Kata Mutiara tentang Menuntut Ilmu dalam Islam, dari Imam Syafi’i hingga Ali bin Abi Thalib

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | PETUAH- Menuntut ilmu merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Islam tidak hanya mendorong umatnya untuk belajar, tetapi juga mengajarkan agar ilmu yang diperoleh memberikan manfaat dan diwujudkan dalam amal kehidupan sehari-hari.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Menuntut ilmu membutuhkan kesabaran, ketekunan, waktu, dan kesungguhan. Dalam prosesnya, seseorang mungkin mengalami kejenuhan, kesulitan memahami pelajaran, bahkan kehilangan semangat.
Para ulama dan tokoh Islam terdahulu banyak meninggalkan nasihat tentang pentingnya ilmu. Nasihat tersebut dapat menjadi pengingat bahwa belajar bukan sekadar mengumpulkan pengetahuan, tetapi juga bagian dari upaya memperbaiki diri dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Berikut 24 kata-kata mutiara tentang menuntut ilmu dalam Islam yang dapat menjadi motivasi untuk terus belajar.
Kata-Kata Mutiara tentang Menuntut Ilmu

  1. “Menuntut ilmu adalah perjalanan yang mungkin melelahkan, tetapi setiap langkahnya membawa kita lebih dekat kepada kebaikan.”
  2. “Ilmu membuat kita mengetahui apa yang benar, sedangkan mengamalkannya membuat ilmu itu benar-benar berarti.”
  3. “Jangan malu belajar dari awal. Setiap langkah dalam mencari ilmu adalah bagian dari proses menuju kebaikan.”
  4. “Harta dapat berkurang ketika dibagikan, sedangkan ilmu justru dapat semakin bermanfaat ketika diajarkan kepada orang lain.”
  5. “Belajar bukan tentang siapa yang paling cepat memahami, tetapi tentang siapa yang mau terus berusaha dan tidak mudah menyerah.”
  6. “Semakin dalam seseorang mempelajari ilmu, semakin ia menyadari bahwa masih banyak hal yang belum diketahuinya.”
  7. “Luangkan waktu untuk belajar, karena ilmu dapat menjadi bekal dalam menentukan langkah kehidupan.”
  8. “Menuntut ilmu membutuhkan kesabaran. Ada proses panjang yang harus dijalani sebelum pengetahuan berubah menjadi kebijaksanaan.”
  9. “Carilah ilmu dengan niat yang baik. Ilmu yang dipelajari dengan ikhlas dapat menjadi jalan untuk memperbaiki diri dan memberi manfaat kepada sesama.”
  10. “Jangan berhenti belajar hanya karena merasa sudah tahu. Selama hidup masih berjalan, selalu ada hikmah yang dapat dipelajari.”
    Nasihat Imam Syafi’i tentang Menuntut Ilmu
    Imam Syafi’i merupakan salah satu ulama besar dalam sejarah Islam. Banyak nasihat yang dinisbatkan kepada beliau mengenai ilmu, kesungguhan belajar, dan pentingnya mengamalkan pengetahuan.

أَخِي لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيكَ عَنْ تَفْصِيلِهَا بِبَيَانِ ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَبُلْغَةٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُولُ زَمَانِ
Artinya:
“Saudaraku, engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara. Akan aku jelaskan semuanya kepadamu: kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal yang cukup, belajar bersama guru, dan waktu yang panjang.”
Ungkapan ini mengingatkan bahwa ilmu tidak diperoleh secara instan. Diperlukan kecerdasan, semangat, kesungguhan, dukungan yang memadai, bimbingan guru, serta waktu yang panjang.
12.
الْعِلْمُ مَا نَفَعَ، لَيْسَ الْعِلْمُ مَا حُفِظَ
Artinya:
“Ilmu adalah apa yang memberikan manfaat. Ilmu bukan sekadar apa yang dihafalkan.”
Nasihat ini menekankan bahwa ukuran ilmu bukan hanya banyaknya pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan, tetapi juga sejauh mana ilmu tersebut memberikan manfaat dan diwujudkan dalam kehidupan.
13.
وَوَدِدْتُ أَنَّ النَّاسَ تَعَلَّمُوا هَذَا الْعِلْمَ، عَلَى أَنْ لَا يُنْسَبَ إِلَيَّ مِنْهُ شَيْءٌ
Artinya:
“Aku berharap orang-orang mempelajari ilmu ini, tanpa ada sedikit pun ilmu tersebut dinisbatkan kepadaku.”
Pesan tersebut menggambarkan kerendahan hati seorang ulama dalam menyampaikan ilmu. Tujuan utama ilmu bukan untuk mencari popularitas, melainkan agar kebenaran dan manfaatnya sampai kepada manusia.
Kata-Kata Motivasi Belajar dari Tokoh Islam
14. Imam Syafi’i
الْعِلْمُ مَا نَفَعَ، لَيْسَ الْعِلْمُ مَا حُفِظَ
“Ilmu adalah sesuatu yang memberi manfaat, bukan sekadar sesuatu yang dihafalkan.”

  1. Ali bin Abi Thalib
    قِيمَةُ كُلِّ امْرِئٍ مَا يُحْسِنُهُ
    “Nilai seseorang terletak pada apa yang ia kuasai dengan baik.”
    Ungkapan tersebut mengingatkan bahwa seseorang memiliki nilai melalui kemampuan dan kebaikan yang dikuasainya serta dapat memberikan manfaat.
  2. Umar bin Khattab

تَفَقَّهُوا قَبْلَ أَنْ تُسَوَّدُوا
“Pelajarilah ilmu sebelum kalian menjadi pemimpin.”
Pesan ini mengandung pelajaran bahwa seseorang perlu mempersiapkan diri dengan ilmu sebelum memegang tanggung jawab yang lebih besar.
17. Imam Malik
“Seseorang tidak sepatutnya merasa telah memiliki ilmu sebelum ia terus belajar.”
Nasihat tersebut mengajarkan pentingnya kerendahan hati. Orang yang berilmu tidak seharusnya berhenti belajar hanya karena merasa telah mengetahui banyak hal.
18. Imam Ahmad bin Hanbal
مَعَ الْمِحْبَرَةِ إِلَى الْمَقْبَرَةِ
“Bersama tempat tinta hingga ke liang kubur.”
Ungkapan yang populer dinisbatkan kepada Imam Ahmad bin Hanbal ini menggambarkan semangat untuk terus menuntut ilmu sepanjang kehidupan.
19. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
الْعِلْمُ يَهْتِفُ بِالْعَمَلِ، فَإِنْ أَجَابَهُ وَإِلَّا ارْتَحَلَ
“Ilmu menyeru kepada amal. Jika seruannya dijawab, ilmu akan menetap. Jika tidak, ia akan pergi.”
Pesannya jelas: ilmu tidak cukup hanya diketahui. Ilmu harus melahirkan amal dan perubahan dalam kehidupan.
20. Hasan al-Bashri
الْعِلْمُ عِلْمَانِ، عِلْمٌ فِي الْقَلْبِ فَذَاكَ الْعِلْمُ النَّافِعُ، وَعِلْمٌ عَلَى اللِّسَانِ فَذَاكَ حُجَّةُ اللهِ عَلَى ابْنِ آدَمَ
“Ilmu itu ada dua: ilmu yang berada di dalam hati, itulah ilmu yang bermanfaat; dan ilmu yang hanya berada di lisan, itulah hujah Allah terhadap manusia.”
Nasihat ini mengingatkan bahwa ilmu yang benar semestinya memengaruhi hati, akhlak, dan perbuatan seseorang.
21. Imam Al-Ghazali
الْعِلْمُ بِغَيْرِ عَمَلٍ جُنُونٌ، وَالْعَمَلُ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَكُونُ
“Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, sedangkan amal tanpa ilmu tidak akan benar.”
Ungkapan tersebut menegaskan hubungan erat antara ilmu dan amal. Ilmu menjadi petunjuk bagi amal, sedangkan amal menjadi bukti bahwa ilmu benar-benar memberikan pengaruh.
Kata Mutiara Menuntut Ilmu dari Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib juga dikenal memiliki banyak ungkapan tentang keutamaan ilmu dan pentingnya menggunakan pengetahuan dengan baik.
22.
الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، الْعِلْمُ يَحْرُسُكَ وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ
“Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjagamu, sedangkan engkau yang harus menjaga harta.”
Ungkapan ini menggambarkan keutamaan ilmu dibandingkan harta. Harta membutuhkan penjagaan dari pemiliknya, sedangkan ilmu dapat menjadi bekal yang menjaga dan membimbing seseorang.
23.
الْعِلْمُ سُلْطَانٌ
“Ilmu adalah kekuasaan.”
Ilmu memberikan kemampuan kepada seseorang untuk memahami sesuatu, mengambil keputusan, dan menghadapi persoalan dengan lebih bijaksana.
24.
قِيمَةُ كُلِّ امْرِئٍ مَا يُحْسِنُهُ
“Nilai seseorang terletak pada apa yang ia kuasai dengan baik.”
Ungkapan ini mengajarkan bahwa kualitas seseorang tidak hanya dilihat dari apa yang dimilikinya, tetapi juga dari kemampuan yang dikuasai dan manfaat yang dapat diberikannya.
Menuntut Ilmu Bukan Sekadar Menambah Pengetahuan
Berbagai nasihat tersebut memiliki satu benang merah: ilmu dalam Islam tidak berhenti pada aktivitas mengetahui, tetapi harus membawa seseorang kepada kebaikan dan amal.
Seorang Muslim dianjurkan untuk belajar dengan niat yang benar, menghormati guru, bersabar dalam proses, serta tidak merasa cukup dengan ilmu yang telah dimiliki.
Ilmu juga semestinya melahirkan sikap rendah hati. Semakin banyak seseorang belajar, seharusnya semakin besar kesadarannya bahwa pengetahuan manusia tetap terbatas.
Karena itu, semangat menuntut ilmu perlu dijaga sepanjang kehidupan. Belajar bukan hanya dilakukan ketika berada di bangku sekolah atau perguruan tinggi, tetapi dapat berlangsung selama seseorang masih diberi kesempatan untuk hidup.
Yang tidak kalah penting, ilmu harus digunakan untuk memberikan manfaat. Pengetahuan yang baik akan semakin bernilai ketika diamalkan dan dibagikan kepada orang lain.
Pada akhirnya, menuntut ilmu bukan hanya tentang menjadi pintar, tetapi tentang bagaimana ilmu tersebut membuat seseorang semakin dekat kepada Allah SWT, memperbaiki akhlaknya, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan sesama manusia.
Catatan: Sejumlah ungkapan di atas populer dinisbatkan kepada para ulama dan sahabat. Namun, penisbatan setiap ungkapan memiliki tingkat kekuatan sumber yang berbeda. Karena itu, ungkapan tersebut sebaiknya diposisikan sebagai nasihat atau kata mutiara, bukan sebagai hadis Nabi Muhammad SAW, kecuali terdapat sumber hadis yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *