Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak, Pasokan Teluk dan Diplomasi AS-Iran Jadi Penentu

1226
×

Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak, Pasokan Teluk dan Diplomasi AS-Iran Jadi Penentu

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | NEWYORK- Pasar minyak dunia kembali bergerak liar di tengah tarik-menarik antara membaiknya prospek pasokan dari kawasan Teluk dan ketidakpastian geopolitik akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.

Pada perdagangan Rabu (23/9/2026), harga minyak sempat tertekan setelah Arab Saudi mulai memulihkan aliran minyak melalui jalur pipa alternatif menuju Laut Merah. Harapan terhadap jalur diplomasi Washington–Teheran juga sempat mendorong investor mengurangi premi risiko geopolitik.

Namun, pada akhir perdagangan, arah pasar berbalik. Minyak mentah Brent ditutup naik US$3,83 atau 3,86% menjadi US$103,08 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,64 atau 1,81% menjadi US$92,16 per barel.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan di Timur Tengah. Perbaikan pasokan memang memberikan tekanan terhadap harga, tetapi ancaman gangguan distribusi melalui jalur strategis kawasan tersebut masih menjadi sumber risiko besar.

East-West Pipeline Saudi Mulai Beroperasi

Salah satu perkembangan penting datang dari Arab Saudi. Riyadh kembali mengoperasikan East-West Pipeline, jalur strategis yang menghubungkan ladang minyak di kawasan timur dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Pengoperasian kembali pipa tersebut dilakukan setelah sebelumnya terganggu akibat serangan drone pada September. Jalur ini sangat penting karena memungkinkan Arab Saudi mengalihkan sebagian ekspor minyak tanpa sepenuhnya bergantung pada Selat Hormuz.

Reuters melaporkan pipa tersebut memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari, sementara sekitar 4 juta barel per hari sebelumnya dialihkan melalui jalur tersebut—setara sekitar 4% pasokan minyak global. Namun, pemulihan menuju kapasitas penuh tidak dapat dilakukan seketika karena sejumlah stasiun pompa mengalami kerusakan. Estimasi sumber industri menyebut pemulihan penuh dapat membutuhkan sekitar enam hingga delapan pekan.

Artinya, meskipun pasokan mulai kembali, pasar belum dapat menganggap jalur tersebut sepenuhnya normal.

Irak Ikut Mendorong Pasokan

Tekanan terhadap harga juga datang dari meningkatnya ekspor minyak Irak.

Reuters melaporkan ekspor Irak telah berada di atas 3 juta barel per hari, dengan peluang tambahan aliran minyak melalui Turki. Peningkatan tersebut ikut memperbaiki persepsi pasar mengenai ketersediaan minyak mentah global di tengah gangguan akibat konflik.

Bagi pasar energi, tambahan pasokan dari produsen Teluk menjadi faktor penting karena dapat mengurangi kekhawatiran terhadap kekurangan minyak apabila sebagian jalur pengiriman utama masih terganggu.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Titik Kritis

Di balik membaiknya prospek pasokan, perhatian investor tetap tertuju pada Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

Gangguan terhadap jalur tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap perdagangan minyak dan gas global. Data yang dikutip Reuters menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz telah turun jauh dibandingkan kondisi normal sebelum konflik.

Karena itu, setiap perkembangan mengenai kemungkinan pembukaan kembali jalur tersebut berpotensi langsung memengaruhi harga minyak.

Iran sebelumnya menyampaikan kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz apabila sejumlah tuntutan terkait tekanan militer dan blokade dipenuhi. Namun, pernyataan dari pejabat Iran juga menunjukkan bahwa pembukaan jalur tersebut masih bergantung pada perkembangan politik dan keamanan.

Dengan kata lain, pasar minyak belum mendapatkan kepastian bahwa risiko geopolitik telah berakhir.

Diplomasi AS-Iran Jadi Faktor Penentu

Investor juga mencermati perkembangan komunikasi antara Washington dan Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan utusannya telah melakukan pembicaraan dengan pihak yang menjadi perantara Iran untuk mencari jalan mengakhiri konflik. Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan proposal yang berkaitan dengan penghentian permusuhan sedang dipelajari.

Perkembangan diplomasi tersebut menciptakan dua kemungkinan bagi pasar: jika ketegangan benar-benar mereda dan jalur pelayaran kembali normal, pasokan minyak berpotensi meningkat dan premi risiko geopolitik dapat berkurang.

Sebaliknya, apabila negosiasi gagal dan gangguan terhadap infrastruktur maupun jalur pelayaran kembali meningkat, pasar dapat kembali memasukkan risiko pasokan ke dalam harga minyak.

Persediaan AS Menambah Tekanan

Faktor fundamental dari Amerika Serikat juga menjadi perhatian.

Data persediaan minyak mentah AS menunjukkan adanya peningkatan stok pada pekan yang berakhir 18 September. Kenaikan persediaan biasanya menjadi sinyal bahwa pasokan domestik relatif lebih longgar dibandingkan perkiraan pasar.

Namun, faktor fundamental tersebut kini harus berhadapan dengan faktor geopolitik yang jauh lebih sulit diprediksi.

Pasar Minyak Memasuki Fase Sensitif

Pergerakan harga minyak saat ini memperlihatkan bahwa pasar tidak hanya ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran.

Pipa Saudi, ekspor Irak, persediaan Amerika Serikat, kondisi Selat Hormuz dan perkembangan diplomasi Washington–Teheran semuanya bergerak secara bersamaan.

Pemulihan pasokan dapat menekan harga, tetapi gangguan baru terhadap infrastruktur energi atau jalur pelayaran dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar.

Karena itu, bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk negara-negara Asia, perkembangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor penting dalam menghitung biaya energi, inflasi dan kebutuhan impor.

Untuk sementara, pasar minyak masih berada dalam situasi “menunggu kepastian”: apakah diplomasi mampu meredakan konflik dan mengembalikan arus perdagangan energi, atau justru muncul gangguan baru yang kembali mengangkat risiko pasokan global.

Yang jelas, setiap perkembangan di Timur Tengah kini memiliki konsekuensi langsung terhadap harga energi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *