Politik

Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Mulai Muncul untuk Pilpres 2029

8272
×

Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Mulai Muncul untuk Pilpres 2029

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID| JAKARTA- Konfigurasi politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai menjadi perbincangan. Di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang masih berjalan, muncul klaim mengenai kemungkinan perubahan pasangan pada kontestasi politik mendatang.

Jurnalis investigasi Tempo, Hussein Abri Yusuf, menyebut adanya dinamika di sejumlah lingkungan elite politik yang mengarah pada kemungkinan munculnya konfigurasi baru. Informasi tersebut, menurut Hussein, dihimpun dari berbagai lingkungan, antara lain Partai Gerindra, PSI, lingkaran Joko Widodo, hingga kelompok relawan.

“Per hari ini, Prabowo mungkin saja tidak mau dengan Gibran lagi. Makanya muncul tiga nama, Teddy Indra Wijaya, Sugiono, dan Sudaryono,” kata Hussein dalam tayangan YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Jumat (25/9/2026).

Tiga nama yang disebut tersebut saat ini berada di lingkungan pemerintahan Prabowo.

Teddy Indra Wijaya menjabat Sekretaris Kabinet. Sementara Sugiono merupakan Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Gerindra. Adapun Sudaryono merupakan kader Gerindra yang kini menjabat Kepala Badan Gizi Nasional.

Nama Sudaryono, Sugiono dan Teddy Indra Wijaya sebelumnya juga telah muncul dalam pembicaraan publik mengenai kemungkinan calon pendamping Prabowo pada Pilpres 2029. Namun, hingga saat ini belum terdapat keputusan resmi mengenai siapa yang akan menjadi calon wakil presiden Prabowo pada pemilu tersebut.

Dikaitkan dengan Dinamika Pemilu 2029

Menurut Hussein, munculnya nama-nama tersebut tidak terlepas dari dinamika politik yang mulai terbentuk menjelang Pemilu 2029.

Ia juga menyinggung kemungkinan perubahan aturan kepemiluan, termasuk pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah wacana perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

“Kalau PSI nggak bisa lolos, berarti kan nggak bisa mengajukan Gibran lagi. Jika RUU Pemilu menerapkan threshold yang ketat, otomatis ruang politik untuk pengusungan akan berubah,” ujar Hussein.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan analisis dan informasi yang disampaikan Hussein, bukan pengumuman resmi dari Presiden Prabowo maupun Partai Gerindra mengenai perubahan pasangan pada Pilpres 2029.

Sejumlah pemberitaan terkait bursa 2029 juga menempatkan Sudaryono, Sugiono dan Teddy sebagai nama yang mulai diperbincangkan, sementara perkembangan politik dan keputusan partai masih dapat berubah dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, Prabowo dan Gibran masih menjalankan pemerintahan untuk periode 2024–2029. Dengan demikian, isu mengenai kemungkinan Prabowo tidak kembali berpasangan dengan Gibran pada 2029 masih berada pada tahap wacana dan skenario politik, bukan keputusan resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *