Politik

Diisukan Duet pada 2029, Hubungan Prabowo-Megawati Disebut Mirip ‘CLBK Politik’

82621
×

Diisukan Duet pada 2029, Hubungan Prabowo-Megawati Disebut Mirip ‘CLBK Politik’

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA- Dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan konfigurasi koalisi partai politik. Salah satunya adalah peluang terjalinnya kembali kerja sama antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP).

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, jika Gerindra dan PDIP kembali membangun koalisi pada Pilpres 2029, hal tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai upaya untuk menghadapi kekuatan politik yang kerap dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau kelompok politik Solo.

Menurut Adi, kemungkinan tersebut lebih berkaitan dengan sejarah hubungan politik antara Gerindra dan PDIP yang sebelumnya pernah berada dalam satu barisan.

“Jikapun ditakdirkan Gerindra berkoalisi dengan PDIP, itu bukan karena Gerindra-PDIP harus melawan kekuatan politik Solo. Tapi ini adalah soal chemistry yang terbangun kembali, mirip-mirip CLBK, cinta lama bersemi kembali,” ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Kamis (24/9/2026).

Adi mengingatkan bahwa Gerindra dan PDIP memang beberapa kali menjadi kompetitor dalam kontestasi politik nasional. Namun, kedua partai tersebut memiliki catatan sejarah pernah bekerja sama dalam Pilpres 2009.

“Karena apa pun judulnya, sekalipun PDIP dan Gerindra selalu saling bersaing, 2014 saling bersaing, 2019 saling bersaing, 2024 kemarin juga saling bersaing, tapi secara korespondensi historis, Gerindra dan PDIP pernah menjadi satu kongsi politik di 2009,” katanya.

Pada Pilpres 2009, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto, yang saat itu merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Pasangan tersebut resmi dideklarasikan pada 15 Mei 2009 dan kemudian mendaftarkan diri ke KPU sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Dalam Pilpres 2009, pasangan Megawati-Prabowo memperoleh 32.548.105 suara atau sekitar 26,79 persen suara nasional, berdasarkan hasil yang tercatat dalam dokumen perkara hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Menurut Adi, pengalaman kerja sama tersebut menjadi salah satu faktor historis yang memungkinkan hubungan politik kedua partai kembali mencair apabila terdapat kesamaan kepentingan menjelang Pilpres 2029.

“Artinya apa? Kalau skenario akhirnya anggaplah begitu, Gerindra dan PDIP berkoalisi, itu bukan diniatkan untuk menghadang kekuatan politik Solo,” tegasnya.

Wacana mengenai kemungkinan kerja sama Gerindra dan PDIP pada 2029 sendiri masih berada pada tahap pembicaraan politik. Belum ada keputusan resmi mengenai pasangan calon maupun format koalisi untuk Pilpres 2029.

Sebelumnya, Gerindra juga disebut masih belum membahas secara resmi agenda Pilpres 2029 dan memilih fokus pada pemerintahan yang sedang berjalan.

Dengan demikian, kemungkinan Gerindra dan PDIP kembali berada dalam satu koalisi pada 2029 masih menjadi bagian dari dinamika dan spekulasi politik. Apakah hubungan kedua partai benar-benar kembali seperti pada 2009 akan sangat bergantung pada perkembangan politik, keputusan masing-masing partai, serta konfigurasi koalisi menjelang pemilu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *