EkonomiJakartaNusantara

Pangkas 17 Anak Usaha, Pelindo Perkuat Model Bisnis dan Lanjutkan Penataan LRT City

232
×

Pangkas 17 Anak Usaha, Pelindo Perkuat Model Bisnis dan Lanjutkan Penataan LRT City

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA- PT Pelindo terus melakukan penataan struktur korporasi melalui program streamlining untuk memperkuat model bisnis dan memperjelas peran setiap entitas dalam Pelindo Group. Pada saat yang sama, Danantara Indonesia memastikan sejumlah proyek BUMN, termasuk LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), akan dilanjutkan melalui penataan desain dan model bisnis.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan transformasi Pelindo masih akan berlangsung dalam jangka panjang. Proses tersebut diawali dengan penyederhanaan struktur entitas sebelum dilanjutkan dengan penataan model bisnis.

“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony dalam rapat dengan jajaran PT Pelindo di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (28/9/2026), sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Dalam program streamlining 2026, Pelindo menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 41 menjadi 24 entitas. Dari 17 entitas yang masuk dalam program penataan, sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi, sedangkan enam entitas lainnya ditargetkan rampung hingga 31 Desember 2026.

Penataan tersebut dilakukan melalui sejumlah skema aksi korporasi, antara lain merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi.

Selain menyederhanakan jumlah entitas, Pelindo juga mengubah model parenting dari strategic holding menjadi active management. Melalui model tersebut, Pelindo akan mengambil peran yang lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama.

Perubahan itu sekaligus diarahkan untuk memperjelas pembagian peran antara holding, regional, service line, dan masing-masing entitas usaha.

Dony menilai transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui konsolidasi di bawah Danantara.

“Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” katanya.

Menurut Dony, proses penataan tidak boleh berhenti pada pengurangan jumlah entitas. Restrukturisasi harus dilanjutkan dengan pembentukan struktur dan model bisnis yang lebih sederhana dan efektif sehingga dapat memperkuat kinerja Pelindo Group secara keseluruhan.

LRT City Dilanjutkan dengan Penataan Ulang

Dalam agenda penataan aset dan proyek BUMN, Danantara Indonesia juga memastikan proyek LRT City yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) akan dilanjutkan.

Dony mengatakan proyek tersebut akan ditata kembali dari sisi desain maupun model bisnis untuk mempercepat proses penyelesaiannya. Penyesuaian desain antara lain mencakup fasad bangunan dan area komersial.

Danantara juga berencana melibatkan arsitek baru untuk mendukung proses penataan proyek tersebut.

“Nomor satu keputusannya kita akan meneruskan project ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses. Fasadnya akan kita ubah, begitu juga desain bisnis modal, termasuk komersial area-nya,” ujar Dony.

Dari sisi bisnis, Dony menilai LRT City masih memiliki potensi karena didukung aset berupa lahan yang memiliki nilai dan berada di lokasi strategis. Karena itu, penataan proyek tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan pembangunan, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kelayakan komersialnya.

Namun, menurut Dony, keputusan untuk melanjutkan proyek tersebut tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan bisnis. Danantara juga mempertimbangkan kepastian bagi masyarakat yang telah membeli dan menunggu penyelesaian hunian.

Karena itu, proses pembangunan didorong agar kembali berjalan dengan penanganan yang lebih terarah sekaligus tetap memperhatikan kualitas penyelesaian proyek.

“Saya berharap keputusan kita ini keputusan yang baik. Ini keputusan yang memang tidak hanya sekadar komersial. Jadi langkah-langkahnya yang pertama, segera cari orang,” ujar Dony.

Melalui penataan tersebut, Danantara mengarahkan proyek LRT City agar dapat diselesaikan dengan model bisnis yang lebih sesuai, sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen yang telah menunggu penyelesaian hunian.

Penataan Pelindo dan keberlanjutan proyek LRT City menjadi bagian dari langkah konsolidasi dan transformasi BUMN yang dilakukan Danantara untuk menyederhanakan struktur usaha, memperkuat model bisnis, serta memastikan aset dan proyek BUMN dapat dikelola secara lebih efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *