JakartaPolitik

Gantikan Djamari, Dudung Langsung Hadapi Tiga Persoalan Strategis

0
×

Gantikan Djamari, Dudung Langsung Hadapi Tiga Persoalan Strategis

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman langsung dihadapkan pada sejumlah agenda strategis setelah resmi menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Usai serah terima jabatan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (5/10/2026), Dudung mengungkapkan tiga persoalan yang menjadi perhatian awalnya, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjaga stabilitas politik nasional, serta memperkuat keamanan di Papua.
Dudung mengatakan, dirinya telah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto agar situasi politik dan keamanan nasional tetap kondusif.
“Sebagai pejabat baru Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, tentunya banyak tugas yang akan lebih menantang ke depan. Saya sudah mendapat arahan dari Presiden agar situasi ke depan semakin kondusif, baik situasi politik maupun keamanan,” kata Dudung.
Karhutla Jadi Prioritas Awal
Salah satu agenda yang akan segera ditindaklanjuti Dudung adalah penanganan karhutla. Ia berencana menggelar rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait serta meninjau langsung wilayah yang terdampak.
Dudung mengatakan, penanganan karhutla merupakan salah satu persoalan yang disampaikan Djamari dalam proses serah terima jabatan.
“Pak Djamari, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, tadi menyampaikan kepada saya bahwa yang menjadi prioritas dalam waktu dekat adalah karhutla,” ujarnya.
Karena itu, Dudung memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan segera dilakukan untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut.
“Dalam waktu dekat saya akan melaksanakan rakor dengan kementerian terkait dan sesegera mungkin meninjau ke lokasi,” jelasnya.
Stabilitas Politik Nasional
Selain karhutla, dinamika politik nasional juga menjadi perhatian Dudung. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik agar berbagai perkembangan yang terjadi tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu keutuhan bangsa.
Menurutnya, seluruh pihak harus mengedepankan supremasi hukum dalam menyikapi perkembangan politik, termasuk berbagai keputusan lembaga negara seperti Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kita tetap jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam,” kata Dudung.
Dudung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak berdasar, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.
Untuk menjaga stabilitas politik, ia akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk para pimpinan partai politik.
“Termasuk nanti kepada para ketua partai politik saya akan sowan atau berkunjung, bahwa situasi ini harus betul-betul bisa dikendalikan,” ujarnya.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan kementerian dan lembaga yang memiliki keterkaitan dengan bidang politik dan keamanan, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan.
Papua Kedepankan Pendekatan Persuasif
Persoalan strategis lainnya adalah situasi keamanan di Papua. Dudung menegaskan pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif dan kultural dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Pendekatan itu dilakukan dengan merebut hati masyarakat, memperkuat pembinaan teritorial, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Papua.
Menurut Dudung, pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI untuk lebih mengedepankan operasi teritorial.
“Pendekatan kepada hati, merebut hati rakyat, kemudian operasi teritorial juga lebih dikedepankan,” ujarnya.
Dudung menegaskan, tindakan kekerasan hanya akan dilakukan terhadap sasaran tertentu. Sementara terhadap masyarakat, pendekatan kultural dan pembinaan teritorial menjadi prioritas.
“Tidak melaksanakan operasi-operasi dengan kekerasan, itu hanya sasaran-sasaran tertentu saja. Tetapi pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan merebut hati rakyat, pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas,” katanya.
Djamari Titip Tugas kepada Dudung
Dengan tiga agenda tersebut, Dudung menegaskan bahwa tugasnya sebagai Menko Polkam akan banyak bertumpu pada koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Penanganan karhutla, stabilitas politik nasional, serta keamanan Papua menjadi pekerjaan awal yang harus segera dikonsolidasikan setelah dirinya mengambil alih posisi dari Djamari.
Sementara itu, Djamari Chaniago menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Dudung. Ia berharap penggantinya mampu menjalankan tugas Menko Polkam yang memiliki cakupan luas dan tantangan yang berat.
“Selamat melaksanakan tugas. Saya hanya bisa menyampaikan doa, semoga tugas Menko Polkam yang cukup besar, luas, dan berat bisa Pak Dudung selesaikan, dan saya yakin Bapak bisa,” kata Djamari.
Acara serah terima jabatan dan lepas sambut tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI Mochammad Hasan, serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenko Polkam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *