Politik

Gerindra Buka Pintu untuk PDI-P, Mungkinkah Rujuk pada Pilpres 2029?

2
×

Gerindra Buka Pintu untuk PDI-P, Mungkinkah Rujuk pada Pilpres 2029?

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | JAKARTA-Jalan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 memang masih panjang. Namun, dinamika politik menuju pesta demokrasi lima tahunan itu mulai memperlihatkan sejumlah sinyal. Salah satunya dari Partai Gerindra yang membuka peluang bekerja sama dengan PDI-P. Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso mengatakan, partainya membuka pintu bagi seluruh kekuatan politik untuk bekerja sama pada 2029, termasuk dengan PDI-P.

“Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada kekuatan politik mana pun dalam konteks 2029 untuk katakanlah bersama-sama, berjuang bersama terkait dengan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Sugiat saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, peluang kerja sama dengan PDI-P juga terbuka, termasuk dalam konteks Pilpres 2029. “Apakah nanti dalam konteks Pilpres dan lain sebagainya, Gerindra membuka peluang. Bahkan dengan PDI-P sekalipun,” kata Sugiat. Meski demikian, Gerindra menegaskan belum melakukan hitung-hitungan politik untuk Pilpres 2029.Partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu masih fokus mendukung pemerintahan dan program-program yang dijalankan Prabowo. Sugiat mengatakan, pembicaraan politik yang dilakukan Gerindra bersama partai-partai pendukung pemerintah saat ini masih berkaitan dengan agenda legislasi, termasuk penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Diketahui, Gerindra dan PDI-P pernah bersama dalam satu koalisi mengusung Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2009.

Partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu masih fokus mendukung pemerintahan dan program-program yang dijalankan Prabowo. Sugiat mengatakan, pembicaraan politik yang dilakukan Gerindra bersama partai-partai pendukung pemerintah saat ini masih berkaitan dengan agenda legislasi, termasuk penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Diketahui, Gerindra dan PDI-P pernah bersama dalam satu koalisi mengusung Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2009.

“Gerindra dan PDI-P sebenarnya sangat realistis untuk berkoalisi pada Pilpres 2029,” kata Jamiluddin kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Ia mengatakan, kesamaan ideologi tersebut dapat menjadi ruang pertemuan bagi Gerindra dan PDI-P, meski pada Pilpres 2024 kedua partai berada di kubu yang berbeda. Jamiluddin menilai kedekatan ideologis Gerindra dan PDI-P juga terlihat dari sejumlah pernyataan Prabowo yang kerap mengagumi pemikiran Presiden Soekarno.

Dengan kondisi tersebut, menurut dia, tidak terdapat hambatan ideologis yang terlalu besar bagi Gerindra dan PDI-P untuk kembali membangun kerja sama politik. Faktor Prabowo-Megawati Selain faktor partai, Jamiluddin melihat hubungan antara Prabowo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga menjadi salah satu variabel penting.

Menurut dia, hubungan kedua tokoh tersebut relatif dekat sehingga dapat menjadi modal bagi terbukanya komunikasi politik antara Gerindra dan PDI-P.”Hubungan Prabowo dan Megawati sangat erat. Bahkan hubungan kedua tokoh ini layaknya sudah seperti kakak-adik,” kata Jamiluddin. Kedekatan tersebut, lanjut dia, dapat mempermudah komunikasi politik apabila kedua partai nantinya memiliki kepentingan yang sama menghadapi Pilpres 2029. Namun, Jamiluddin menilai kedekatan personal antara Prabowo dan Megawati saja belum cukup untuk memastikan terjadinya koalisi.Ada sejumlah persoalan politik yang menurut dia dapat menjadi ganjalan, terutama terkait posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan hubungan Prabowo dengan Presiden ke-7 Joko Widodo. Gibran Jadi Persoalan? Jamiluddin menilai salah satu prasyarat yang kemungkinan akan diperhitungkan PDI-P adalah posisi Gibran dalam konfigurasi politik 2029. Ia memperkirakan PDI-P akan mempertimbangkan kembali kerja sama dengan Gerindra apabila Prabowo masih menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden.

Menurut Jamiluddin, sikap tersebut berkaitan dengan posisi politik PDI-P terhadap proses politik yang mengantarkan Gibran menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024. “Prasyarat itu juga yang menyebabkan PDI-P tidak mau bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo saat ini,” ujarnya. Karena itu, menurut Jamiluddin, apabila Gerindra ingin membuka jalan koalisi dengan PDI-P pada 2029, konfigurasi Prabowo-Gibran dapat menjadi salah satu persoalan yang harus dibicarakan.

Bayang-bayang Jokowi Selain Gibran, Jamiluddin melihat posisi Jokowi juga berpotensi memengaruhi hubungan Gerindra dan PDI-P.

Menurut dia, hubungan PDI-P dengan Jokowi yang telah mengalami keretakan politik dapat menjadi faktor yang diperhitungkan apabila Prabowo hendak membangun koalisi dengan PDI-P. Karena itu, ia menilai konfigurasi politik Prabowo pada 2029 akan menjadi penting. Jika Prabowo tetap berada dalam satu poros politik dengan Jokowi dan kelompok yang dekat dengan Jokowi, menurut Jamiluddin, ruang kerja sama dengan PDI-P dapat menjadi lebih rumit. Sebaliknya, jika konfigurasi tersebut berubah, peluang komunikasi politik antara Gerindra dan PDI-P dapat terbuka lebih lebar.

“Jadi, peluang koalisi Gerindra-PDIP pada Pilpres 2029 memang masih terbuka selama faktor Jokowi dan keluarganya jauh dari Prabowo,” kata Jamiluddin.

Respons PDI-P PDI-P tak langsung membalas terbukanya Gerindra untuk berkoalisi pada Pilpres 2029. Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo mengingatkan Gerindra bahwa perhelatan pilpres masih jauh. Adapun PDI-P dan Gerindra memiliki pilihan politik yang berseberangan pada pilpres terakhir, di mana Gerindra mendukung Prabowo-Gibran, sementara PDI-P mengusung Ganjar-Mahfud. “Pilpres masih jauh,” ujar Ganjar kepada Kompas.com, Jumat. Menurut Ganjar, Gerindra sebagai partai pemerintah sebaiknya fokus menyelesaikan berbagai persoalan rakyat. “Mari kita sama-sama konsentrasi membereskan berbagai persoalan rakyat yang sungguh-sungguh perlu bantuan. Ada bencana, lapangan kerja, soal kekeringan, dan pangan,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

(Sumber : Kompas.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *