LINTASNUSANTARANEWS.ID | BANDA ACEH- Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) meluncurkan A-TIME, platform digital berbasis website yang dirancang untuk mendukung edukasi dan deteksi dini risiko kegawatdaruratan stroke serta serangan jantung di tengah masyarakat.
Peluncuran A-TIME berlangsung di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian puncak program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk-Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) yang dilaksanakan Fakultas Keperawatan USK.
Program ini diketuai Ns. Rahmalia Amni, M.Kep., bersama Prof. Dr. Ns. Marlina, M.Kep., Sp.MB., Ns. Abul A’la Tarigan, M.Kep., Ns. Fikriyanti, M.N.S., dan Dr. Hendrik Leo, S.T., M.T.
Pelaksanaan program turut melibatkan delapan mahasiswi Fakultas Keperawatan USK yang direkognisikan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026.
Ketua Tim Pengabdian, Ns. Rahmalia Amni, mengatakan A-TIME dikembangkan untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengenali risiko dan melakukan upaya pencegahan kegawatdaruratan penyakit stroke maupun serangan jantung, terutama ketika berada di luar fasilitas pelayanan kesehatan.
“Inovasi A-TIME bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pencegahan kegawatdaruratan penyakit stroke dan serangan jantung di luar fasilitas pelayanan kesehatan, serta peluncuran aplikasi ini merupakan kegiatan puncak dari program PKMBP-TTG,” ujar Rahmalia.
Dari sisi pendidikan kesehatan, A-TIME menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan masyarakat mencatat kondisi kesehatan secara berkala. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat rekam jejak serta perkembangan kondisi kesehatan individu dalam bentuk angka dan grafik.
Platform tersebut juga dilengkapi materi edukasi dalam bentuk video, narasi, dan poster interaktif. Materi yang tersedia antara lain mengenai deteksi dini stroke dan serangan jantung, penanganan kegawatdaruratan pra-rumah sakit, latihan Range of Motion (ROM), serta perawatan dan senam kaki bagi penderita diabetes.
Selain itu, masyarakat dapat memperoleh panduan pemeriksaan mandiri untuk memantau sejumlah indikator kesehatan, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Menurut Rahmalia, pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan kesehatan diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh informasi dan melakukan pemantauan kesehatan secara lebih teratur.
Kehadiran A-TIME juga diarahkan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya bagi masyarakat dengan risiko penyakit tidak menular dan penyakit degeneratif.
Melalui program tersebut, Fakultas Keperawatan USK berupaya mengintegrasikan pendidikan, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat agar pengetahuan mengenai pencegahan penyakit serta pengenalan tanda-tanda kegawatdaruratan dapat lebih mudah diakses masyarakat.




















