Ekonomi

RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Amerika Latin dan Karibia, Transaksi Capai USD 344 Juta

5556
×

RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Amerika Latin dan Karibia, Transaksi Capai USD 344 Juta

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | SANTIAGO- Indonesia memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) melalui INA-LAC Business Mission 2026 yang digelar di Santiago, Cili, pada 1-2 Oktober 2026.
Setelah sukses di Lima, Peru (2024) dan São Paulo, Brasil (2025), tahun ini INA-LAC membawa 26 perusahaan unggulan Indonesia ke Santiago. Cili ditempatkan sebagai salah satu pintu strategis menuju kawasan Amlatkar yang mencakup 33 negara dengan sekitar 670 juta penduduk.
Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Luar Negeri RI bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengembangan Industri Cili (SOFOFA), dan berbagai pemangku kepentingan di kawasan. Ratusan peserta dari unsur pemerintah, pelaku usaha, dan investor Indonesia maupun Amlatkar hadir dalam acara tersebut.
Transaksi Meningkat
INA-LAC 2026 menghasilkan potensi transaksi senilai USD 344,08 juta dan transaksi konkret USD 328,98 juta. Angka itu masing-masing naik 21,2 persen dan 10,8 persen dibandingkan INA-LAC 2025 di São Paulo, yang mencatat potensi transaksi USD 284 juta dan transaksi konkret USD 297 juta. Empat kesepakatan bisnis juga ditandatangani sebagai landasan kerja sama perdagangan dan investasi lebih lanjut.
Pilih Konektivitas, Bukan Fragmentasi
Dalam pidato pembukaan, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menyebut tema “Bridging Continents, Unlocking Opportunities” relevan di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada ketahanan energi dan pangan dunia.
“Dalam kaitan ini, penyelenggaraan INA-LAC 2026 di Cili menegaskan pentingnya memilih konektivitas daripada fragmentasi dengan memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amlatkar, memperluas kerja sama lintas sektor, serta membangun kemitraan ekonomi yang lebih beragam dan tangguh,” kata Arif dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).
Direktur Jenderal Urusan Ekonomi Bilateral pada Wakil Sekretariat Hubungan Ekonomi Internasional (SUBREI) Cili, Felipe Lopeandía Wielandt, menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi dan kuatnya prospek integrasi ekonomi antara Cili dan kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengusulkan sejumlah inisiatif produksi bersama (co-production) strategis di sektor energi dan pertambangan. Kadin berkomitmen mengidentifikasi mitra industri utama di Indonesia dan memfasilitasi negosiasi langsung dengan mitra usaha di Amlatkar.
Forum Pertambangan, Energi, dan Logistik
Salah satu agenda utama adalah INA-LAC Mining and Energy Forum. Cili dan sejumlah negara Amerika Latin merupakan pemasok utama tembaga dan litium dunia, sementara Indonesia terus mempercepat hilirisasi mineral dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV). Diskusi berfokus pada peluang investasi, teknologi, penelitian dan pengembangan, serta mobilitas talenta untuk mendukung strategi hilirisasi di kedua kawasan.
Pelaku usaha logistik dan pelayaran juga dipertemukan untuk membahas tantangan pergerakan barang dan komoditas antara Indonesia dan Amerika Latin, termasuk layanan yang dapat ditawarkan perusahaan logistik Indonesia untuk melancarkan arus perdagangan dan mendukung dekarbonisasi sektor transportasi di Amerika Latin.
Selain itu, sesi business pitching memberi kesempatan langsung kepada perusahaan Indonesia untuk memperkenalkan kapasitas dan produknya sekaligus membangun kemitraan jangka panjang.
Sebagai salah satu flagship program Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI, INA-LAC Business Mission terus menjadi katalis penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dengan Amlatkar, kawasan dinamis yang berpotensi besar bagi perdagangan dan investasi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *