Hukum

Sidak SPBU di Banda Aceh, Tim Temukan Kendaraan Bolak-balik Beli dan Langsir BBM

1737
×

Sidak SPBU di Banda Aceh, Tim Temukan Kendaraan Bolak-balik Beli dan Langsir BBM

Share this article

LINTASNUSANTARANEWS.ID | BANDA ACEH- Tim Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Pendistribusian BBM Bersubsidi, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), dan LPG 3 Kg Provinsi Aceh menemukan sejumlah indikasi dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Banda Aceh.
Sidak yang melibatkan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Sales Area Retail Aceh bersama Satgas tersebut berlangsung pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan agar penyaluran BBM bersubsidi dan JBKP tepat sasaran.
Tim melakukan pemeriksaan di tiga SPBU, yakni SPBU Kuta Alam, SPBU Simpang Jam, dan SPBU Lueng Bata.
Dari pemeriksaan di lapangan, tim menemukan sejumlah indikasi yang memerlukan pendalaman. Salah satunya penggunaan kendaraan secara berulang untuk membeli dan melangsir BBM.
Selain itu, ditemukan indikasi penggunaan identitas atau nomor polisi yang tidak sesuai dalam transaksi, hingga dugaan penampungan dan penjualan kembali BBM di luar lembaga penyalur resmi.
Temuan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum (APH) untuk dilakukan pendalaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pertamina Patra Niaga menyatakan siap bersikap kooperatif dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terhadap setiap temuan dalam pengawasan tersebut.
Pengawasan Tak Berhenti di SPBU
Plh Kepala Dinas ESDM Aceh sekaligus Ketua Tim Satgas, Irwansyah, mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi dan JBKP benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
“Pengawasan kami tidak berhenti di titik penyaluran, tetapi juga menindaklanjuti indikasi penyimpangan di sepanjang mata rantai distribusi. Setiap indikasi tindak pidana kami koordinasikan dengan APH untuk diproses sesuai ketentuan,” kata Irwansyah dalam keterangannya, Rabu (30/9).
Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi BBM perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk menindaklanjuti setiap indikasi penyimpangan yang ditemukan di lapangan.
Plt Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh sekaligus Sekretaris Tim Satgas, Teuku Mukhlis, mengatakan temuan dalam sidak menjadi bagian penting untuk mengembangkan proses pengawasan.
“Ketika menemukan indikasi di lapangan, tim tidak berpuas diri hanya menindak di titik awal. Informasi tersebut kami kembangkan dan koordinasikan lintas instansi untuk menelusuri mata rantai penyimpangan,” ujarnya.
Ia menilai pengawasan terpadu serta respons cepat antarlembaga diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM tetap tepat sasaran.
Pertamina Dukung Pendalaman Temuan
Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Aceh, APH dan seluruh instansi yang terlibat dalam pengawasan tersebut.
“Pertamina mengapresiasi sinergi Pemerintah Aceh, APH, dan seluruh instansi yang terlibat dalam memperkuat pengawasan penyaluran BBM. Kolaborasi ini penting untuk memastikan distribusi energi berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan,” kata Misbah.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mendukung pengawasan bersama Pemerintah Aceh dan APH. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan data, informasi, serta koordinasi yang diperlukan dalam proses pendalaman.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan distribusi BBM sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan agar BBM bersubsidi dan JBKP dapat diterima masyarakat sesuai peruntukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *